Tampilkan postingan dengan label insecure. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label insecure. Tampilkan semua postingan

6 Tanda Kamu People Pleaser

Kalian tahu ga si, apa people pleaser? Ya mungkin banyak yang mengetahui bahwa people pleaser adalah orang yang selalu mengiyakan orang lain, walaupun itu merugikan dirinya sendiri. 

Ciri People Pleaser :

1. Selalu mengalah kepada semua orang

2. Merasa bertanggung jawab terhadap perasaan orang lain

3. Tidak bisa mengatakan tidak

4. Merasa tidak nyaman kalau ada orang yang marah

5. Menghindari konflik

6. Tidak mengakui kalau perasaannya terluka

Tapi tahu ga sih banyak orang sebenernya people pleaser tanpa mereka sadari, karena ternyata ada hal yang tidak terungkap melalui ke-6 ciri tadi. Mengetahui dan memahami itu dua hal yang berbeda. 

Hai kak Ria, kenalin namaku ***. Saya seorang sales juga seperti kakak. Awalnya saya merasa tersanjung karena bos saya memuji kerjaan saya. Lalu lama-lama merasa terbebani, karena bos saya bilang bahwa saya digaji lebih dibanding teman-teman karena punya potensi yang bagus, punya background pendidikan yang bagus. Harusnya saya bangga, tapi entah kenapa justru sebaliknya. Kenapa ya kak? 

Saya merasa harus lebih baik daripada teman-teman kerja yang lain, harus kerja lebih ekstra. Kadang aku kerja lembur, bukan untuk mencari muka, tapi agar pekerjaan lebih cepat selesai. Itu saya lakukan karena tidak ingin mengecewakan bos kak. Tapi lama-lama aku lelah kak. 

Terkadang bos memarahi aku di depan forum. Seringkali mengancam kalau sesuatu belum sesuai dengan pipeline atau target. Kadang dia juga menuduh aku gabut di jam kerja. Tapi kalau lagi baik, ya baik sih kak. Situasi itu membuat aku merasa tidak nyaman. Meskipun aku tak yakin apakah ini yang membuat aku ingin udahan aja di kantor ini atau bukan. Di satu sisi ada banyak yang membuatku betah, namun di sisi lain ada hal yang bikin aku ga nyaman. Kak Ria ada saran kah?

Hm... 

Walaupun ga 100% bisa merasakan, tapi aku bisa relate apa yang kamu rasain. Selama ini kamu menjadi people pleaser tanpa kamu sadari. Why? Kamu ketutup rasa sungkan. Pas awal kamu masuk kamu disanjung, akhirnya kamu merasa berhutang budi, merasa harus menjaga perasaan bosmu. Namun di sisi lain kamu juga ga suka diperlakukan tidak manusiawi begitu, diancam, dicurigai, dijudge, dipermalukan, atau dihina di depan umum. Sampai kamu merasa tak becus, merasa bodoh. Itu kayak sebuah hubungan yang toxic. Lu punya pasangan yang sukanya marah-marah, menghina, tidak memperlakukanmu seperti manusia, kamu merasa tak berharga. Tapi di lain waktu dia akan bawakan bunga, juga cokelat. Kamu naik lagi. Sebenarnya yang bos kamu lakuin itu sudah kejahatan mental sih. Kejahatan secara psikis. 

Pada dasarnya jiwamu itu kan ga suka digituin, ga suka diperlakukan seperti itu. Tapi karena kamu tertutup dengan rasa sungkan, dengan rasa hutang budi, dari kebaikan-kebaikan bosmu saat bolong, akhirnya kamu mencoba mengabaikan itu. Ah ya sudahlah, emang orangnya kayak gitu. Lalu kamu mencoba fokus kepada kerjaan. Tapi hal itu berlaku berulang-ulang, bahkan bisa dibilang seminggu pasti lebih dari 1 kali. Tanpa sadar jiwamu yang terluka, sampai akhirnya kamu tak nyaman. Kamu mengabaikan luka jiwamu itu. Dan pada akhirnya kamu dilanda kebingungan. Ini sesaat sebelum kamu burnout loh. 

Buat teman-teman yang lain, lihatlah bahwa banyak people pleaser yang tidak merasa bahwa mereka sudah terkena penyakit ini. Karena mereka dibuat bingung. 

Sekarang bayangin deh, kalau itu terjadi pada temenmu, bukan kamu. yang ngalamin itu adalah temen baikmu, kamu rela ga dia diperlakukan seperti itu? Bukankah kamu adalah teman terbaikmu? Paham kan maksudku? Itu sudah mengarah ke toxic sih, ada baiknya kamu menambah skill & bersiaplah untuk mencari pekerjaan yang lain, selama kamu masih sanggup. Karena ini sudah mental issue. 

Tidak ada yang lebih berharga daripada merasa berharga sebagai manusia. Uang dan materi gak akan bisa nyembuhin luka jiwamu. Kita cari kerja kan bukan hanya sekedar bertahan hidup, lah apa bedanya ama kebo? Kita manusia yang diciptakan lebih mulia, hidup harus bisa memaknai dan memberi makna. Istikharahlah, sampai akhirnya kamu mantap di suatu titik. Ada kok yang istikharah sampai 4 bulan lamanya baru mantap. Awal-awal istikharah, hatinya seperti mbisiki sabar dulu. Jangan ambil keputusan dulu. Lama-lama Allah tunjukkan kejadian, satu demi satu, kek jadi catatan yang lama-lama membuat orang itu resing. yap ada banyak kok yang ngalamin seperti yang kamu alamin. 

Karena gini, kamu tu marah, tapi menahan. Marah itu seperti kamu harus lari, tapi juga harus menyerang. Seperti halnya lu naik mobil, kamu injek gas dan rem secara bersamaan. Akhirnya apa, oleng. Dan itu potensi serangan jantung kalau dialami selama puluhan tahun loh. 

Saran saya, istikharah, dan minta petunjuk. Berdoalah dzikir pagi n petang, sholat tepat waktu, minta kekuatan dari pengaruh orang dzolim. Allah pasti bantu hamba yang datang padaNya. Jangankan kamu, yang lalai aja masih dibantu kok sama Allah. Aku ga akan suruh kamu sabar atau resign, karena kamu yang ngalamin, kamu yang ngerasain. Aku cuma tahu kamu sedikit, cuma dari sisi sebelah. 

Sering-seringlah baca ta'awudz dan shalawat. Hasbiyallah wani'mal wakiil... stayloved 

Berani Jadi Diri Sendiri [This is Me]

Kalian pernah ga ngerasain ga berharga? tidak lebih baik dari orang lain, merasa ga pantas diterima, ngerasa sampah. Mungkin istilah singkatnya minder yes? Bukan cuma pikiran kita doang, tapi emang beneran ada kekurangan dalam diri kita, baik fisik, status, or apapun lah. Sampai banyak teman atau orang secara implisit bilang, you don't belong to me. Kita tu ga pantes temenan ama mereka. Pernah ga? Aku rasa sih banyak orang pernah ngerasain itu...

We're human dude, bukan robot. Kami punya yang dinamakan perasaan, yang tidak dimiliki oleh robot. Bener ga? Pinginnya sih ga dipikirin, tapi tetep aja kepikiran, soalnya kerasa aja sakitnya penolakan. Waseeek... Bahasamu mba. 

Ga heran lagu ini menjadi the most influenced soundtrack di film itu, karena :

1. relate banyak orang yang merasa insecure

2. memberikan vibe positif

Semoga lirik dari lagu ini cukup membantumu berdamai insecurity, dan di akhir episode, aku akan kasih salah satu kunci dari sisi Psikologi Islamnya. So don't go anywhere.

Untuk kali ini aku bakal ajak kalian menghayati sebuah lagu, salah satu soundtrack dari film tahun 2017 The Greatest Showman, sebuah ketidaksengajaan. Jujurly aku suka pemain nya, yang jadi wolverine itu loh, hugh jackman. Dan aku ga pernah sangka kalau filmnya secara cinematorgrafi tu bagu, pesan morale bagus, musik n sound nya bagus, aktingnya mostly bagus. Fyi film ini butuh 7 tahun persiapan. Wow, niat banget kan? Oh ga, aku cuma akan ajak kalian menyelami salah satu judul lagu, this is me...

Gw ga akan bahas arti kata per kata, tapi lebih ke meaning secara konteks ya. Aku dibantu oleh salah satu guru bhasa Inggris Joe Crossman.

I am not a stranger to the dark (Dulu aku memiliki masa & pandangan diri yang kelam, terpuruk, merasa tak berharga, sendirian, gelap) 

Hide away, they say (Orang bilang sama aku untuk pergi, jangan di sini, aku ga mau liat kamu. hush hush pengganggu)

'Cause we don't want your broken parts (Karena aku bukan bagian dari mereka, kamu orang asing, ga sepantasnya di sini)

I've learned to be ashamed of all my scars (Aku tak punya apapun, bahkan untuk kepercayaan diri atas kekurangan2ku. Yang kulihat hanyalah cacat2ku). 

Run away, they say (Pergi jauh jauh dari kami, seolah mereka ngmong kek gitu)

No one'll love you as you are (Ini adalah bagian terparah, dia merasa tidak pantas dicintai. terrible, messed up, ga berharga, ga harus ada di dunia ini. karena hanya sebagai barang cacat, semua orang hanya menyakiti kita. Kita ga good enough untuk dunia)

But I won't let them break me down to dust (Aku tak akan membiarkan mereka menentukan pandangan hidupku, harga diriku)

I know that there's a place for us (Yakin bahwa kita itu berharga untuk sebagian orang, pasti ada yang mau menerima kita) strange, sirkus, jadi keluarga

For we are glorious (kita pun memiliki kelebihan, kita mengagumkan, kita juga memiliki cahaya)

When the sharpest words wanna cut me down (Ketika ada orang yang mengatakan hal-hal yang membuat kita down, merasa tak berharga) 

I'm gonna send a flood, gonna drown 'em out (aku ga akan mau dengerin mereka, it wont affect me, make noise, so kt jg membuat noise shg noise mrk ga akan kdengeran)

I am brave, I am bruised (memar, artinya kt udah terbiasa dg battle d masa lalu, i can take it, ak bisa bertahan. Wis tau)

I am who I'm meant to be, this is me (Aku ga harus merubah diriku, ya aku akan jadi diriku sbgmn seharusnya ak menjadi)

Look out 'cause here I come (Bersiaplah, karena aku akan jadi diriku, melakukan hal yang besar)

And I'm marching on to the beat I drum (Aku akan jadi diriku, aku akan lakukan apa yang ingin kulakukan, march to your own drum)

I'm not scared to be seen (Aku ga takut lagi, jadi apa adanya aku)

I make no apologies, this is me (Aku yakin aku tidak membuat kesalahan, make no apalogies, jadi ga perlu minta maaf, inilah aku)

Film ini terinspirasi dari kisah nyata asal muasal sirkus di 1800an. Jadi ini adalah kisah orang-orang aneh, ada cewe berjenggot, namanya Lettie, dan masih banyak lagi, ada yang memiliki kelainan genetika sehingga kulitnya seperti albino, ada yang sangat tinggi, ada yang sangat pendek, sekitar satu dengkul kakinya hugh jackman, ada yang sangat obes, ada yang yang kelainan genetika sehingga banyak rambut di tubuhnya beneran kek manusia di hutan, ada yang tubuh penuh tato dan masih banyak lagi.

Di masa itu orang-orang seperti itu dianggap sampah, tidak layak menjadi manusia, dan dperlakukan sangat tidak baik. Bahkan tidak diakui oleh orang tuanya. Intinya roang-orang tuh jijik gitu deh. APalagi jaman dulu tuh kasta masih sangat kentara ya, kasta orang kaya, orang jalanan dan lain-lain. Kerad bos.

Nah si PT Barnum, yang diperankan oleh Hugh Jackman, merekrut mereka bagian sirkus. Awalnya mereka dibully, dikritik, disuruh bubar oleh warga sekitar, namun pada akhirnya sirkus itu menjadi salah satu show yang menggemparkan dunia. Bahkan dianggap sebagai cikal bakal dunia hiburan sekarang.  

Anggota sirkus yang berbeda dari kebanyakan manusia, merasa menemukan keluarga yang mau menerima mereka apa adanya. Mereka juga belajar untuk menerima kekurangan diri, tak apa seperti itu, mereka tetap bisa glorious, tetap bisa bersinar, tetap bisa memberikan manfaat, apa? hiburan...

Jadi buat kalian yang saat ini mungkin merasa tidak diterima, Allah akan pertemukan kalian dengan orang-orang yang berterimakasih padamu. Tetaplah berjalan... Kalian yang sedang dalam masa hijrah, bener berat, dicemooh, dianggap bodoh, bahkan diasingkan... palagi masa pencucian itu kadang duit ampe habis habisan. hehehe. Tapi disitulah kita paham, satu-satunya yang gak akan pernah meninggalkanmu adalah... Allah...

Setelah kita paham, kita akan punya ketenangan batin dan kekuatan jiwa raga untuk tetap menjalani hidup. Sampai pada akhirnya kita akan ketemu dengan orang-orang yang memang menghargai kita. Memang akan selalu ada orang yang tidak setuju, tidak menerima kita. Tapi mereka ga sepenting itu, omongan mereka bagai angin lalu. Kadang dingin, kadang panas, tapi gak akan selamanya. Toh kamu juga kudu tetap hidup, mengisi perutmu, menghiasai orang-orang yang kamu sayangi... 

So yakin lah.. fokus ke tujuan hidup, insha Allah kalian ga akan terdistraksi dengan noise2 kecil itu. Ga penting mereka tuh... Pick Allah sebagai tujuan, dan orang-orang yang tepat untuk menjadi bagian terpenting dalam hidupmu.  Maka kamu ga akan ragu lagi dalam menjalani hidup, ada semua di Quran & Hadits. Itu lah manual book kita. 

Sama halnya kalian sekolah, sama halnya ketika bekerja, akan selalu ada orang yang bermaksud menjatuhkan kita. bener? Ya biasa lah, orang hasad wkwkwk... Hal itu gak akan mempengaruhimu kalau kamu tahu apa yang bakal membuatmu merasa berharga.. Fokus ke jobdescmu... Kamu itu diperankan disitu, karena kamu berharga... kamu diperankan di dunia karena Allah pasti ada mksd, ga mungkin iseng. Allah pingin kt memberikan manfaat, dan Allah membuat kita berbeda, kecuali pasti ada kelebihan di masing-masingnya. 

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (QS. al-Anbiyaa’: 35). 

“Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya. (HR. Muslim)

”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya. (HR. Muslim)

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (QS. Al Baqarah 286)

"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (QS. Al-Insyirah: 5-6).

Kalian pasti mampu... bismillah, deketin Allah.. Allah akan jadikan kalian menghargai diri sendiri, dan Allah akan jadikan orang-orang menghargaimu.

Allah lah yang Maha Membolak Balikkan Hati manusia...

Apakah Sosmed Merusak Mental Health?

Kayaknya jaman sekarang adalah jaman sosmed ya. Banyak orang yang menggantungkan hidupnya dari sana, dari ibu RT yang jualan produk2 kecantikan, baju, sampai dengan salepgeram, content creator bahkan artis. Tapi tahu ga sih bahwa menurut penelitian ada kaitan peningkatan potensi depresi dengan sosial media. Ada banyak penelitian ya, jadi jangan minta ane ngejelasin tentang penelitian itu. Tinggal search aja kok. Karena emang tujuanku pos tentang ini adalah how to deal with it melalui psikologi islam. 

Sebenarnya ada apa sih di sosmed? Orang tahu nih kalau sosmed tu ada aja sumber pertengkaran, tapi kenapa masih aja ga bisa lepas?

Jawabannya sederhana, addicted. Kenapa bisa bikin candu? Sebelum sampai kesana, mari kita cek & ricek dulu dapur-dapurnya otak dengan sosmed. 

Setidaknya ada 4 hal yang menjadi trigger meningkatkan kadar stress melalui sosial media, apakah itu?

1. Highlight reels. 

Contoh aja lah misalkan di instagram, kita biasa pasang highlight adalah hal-hal yang ingin diperhatikan oleh orang. Betul? Misalkan liburan, makanan, prestasi, pasangan, anak, pokoknya hal yang enak-enak deh. Bagus sih, mungkin ada yang berfikir untuk memotivasi. But anyhow, tahu ga sih ada pribadi yang berfikir sebaliknya. Mereka comparing, ngebandingin antara dirinya dengan orang lain. "Ih mereka enak banget ya idupnya, kaya ga perlu kerja kek aku sekarang cari duit. Liburan mulu"

Nah sering ga kek gitu? Itu kerja tanpa sadar loh, otomatis aja gituh. Meski dampak stressnya belum yang parah-parah amat, tapi ini adalah pintu menuju stressor berikutnya. 

2. Social currency

Mata uang sosial?? Ah apa pula itu. Social currency adalah Ukuran kekuatan, atau pengaruh seseorang, dalam kelompok sosial tertentu. Jadi di era sekarang, yang diperjualbelikan bukan lagi barang. Tapi kita lah sebagai pengguna yang disebut social currency. hah kok bisa? Misal nih, upload tas merk lalalala. Kalau aku yang upload, pasti yang like cuma satu dua biji. Tapi kalau yang upload rachel venya, atau sapa kek, ak ga terlalu kenal wkwkwk. Yang like bisa jutaan. Bener ga? Social currency yang venya miliki jelas lebih bernilai. Makin banyak yang like, makin banyak komen positif, maka social currency kita naik. Semacam ukuran kekuatan pengaruh dari seseorang gitu deh. 

Tahu ga sih, ini juga stressor loh. Karena nyatanya ketika ada yang like, itu ada semacam hormon dopamin yang rilis. Hormon bahagia. Karena merasa diterima. Begitupun sebaliknya ketika ada yg dislike, ada yang komen hate, ya ada hormon stress yang rilis. Semacam perasaan ditolak. secara tidak langsung berpengaruh kepada self worth atau rasa berharganya kita loh. 

3. FOMO (Fear of Missing Out)

Ada perasaan takut ketinggalan, ya baik ketinggalan gosip, ketinggalan info, merasa kudet, ketinggalan fashion, ketinggalan momen viral. Nah kan banyak juga tuh konten2 kreator, atau influencer yang ngejar bikin komen or story sesuatu yang viral. Misal si seon ho kemaren. Banyak kan? Mayan loh itu. Takut kehilangan kesempatan emas ceunnah.

4. Online harassement.

Btw di sosmed itu kita ga sepenuhnya bahagia loh, karena tetap aja ada rasa was-was apaalgi kalau buka komen. Buka notif yekan? Ga dibuka rasanya ganggu, pingin buka, penasaran, ya ga sih? Ada rasa takut, worry kalau ada yang serang personal, ada yang buka aib, ada gosip yang ga bener, ada yang beda pendapat. Lo bener loh, jaman sekarang orang beda pendapat dikit langsung aja diserang. bukan kontennya malah, mereka serangnya personal. Karena ga punya cukup ilmu untuk ngedebat dengan ilmu, ya pake ilmu ad hominem aja, serang personal. Finally berantem deh. Karena saling tidak terima. Padahal yang namanya ilmu manusia, bahkan agama, beda itu biasa. Ya kali semua orang kudu percaya paham yang kamu percayai. Ini belum ngmong agama loh. 

Mungkin yang pada komen hate tu mikir, "alah gitu doang kok, alah bercanda innih, dih ga usah baper deh, kan buat lucu-lucuan aja". Menggampangkan, tapi penangkapan orang bisa beda-beda lo bro. Fokus pentingnya orang tu subjektif. Emang lu mau ketika lagi ada masalah berat, terus lu curhat, eh disepelein ama temen lu, "alah gitu doang"."alah cengeng". Apa ga malah timpuk-timpukan sendal tuh.

Di Amerika tahun 2010 ada seorang anak namanya Tyler Clementi, bunuh diri karena fotonya diupload ke twitter ama teman sekamarnya. Foto ciuman ama cowoknya. Menurut temennya itu hal biasa, buat lucu-lucuan. Tapi siapa sangka itu hal berat buat dia. Mungkin dia takut tanggapan ortunya atau apa kita ga tahu. Nah kan?

Keempat hal tadi, bisa memicu hormon stress. Kalau cuma satu dua kali, mungkin ga akan terlalu berdampak. Tapi gimana kalau terus-terusan. Apalagi kalau udah addicted, ketagihan. Tahu ga sih menurut Canadian Association of mental Health, 7 dari 10 siswa yang mengonsumsi sosmed 2 jam/hari itu berpotensi lebih tinggi terkena depresi, serangan kecemasan, dan pikiran untuk bunuh diri. Lah hayo kita berapa jam? Kuyakin pasti lebih dari 2 jam sehari. 

Tanda kita kecanduan setidaknya ada 2 : 1. phantom vibration, dimana kita merasa HP bergetar padahal ga ada notifikasi pesan masuk. 2. kalau kita kehilangan fokus, dan gatel pingin buka notif or komen. Baik lagi belajar atau melakukan kegiatan lainnya.

Kembali ke pertanyaan awal, apakah sosmed penyebab depresi dan mental illness lainnya?

Jawabannya TERGANTUNG. Karena pada kenyataannya sosmed hanyalah alat. Kita ga bisa salahin pisau ketika tangan kita berdarah kena pisau pas lagi ngiris bawang. Sosmed itu ada di genggaman kita. Tergantung mau dipakai buat apa. Faktanya kita bisa pakai buat berkomunikasi, mencari data, mencari kajian, bikin riset atau social experiment dll. 

Ada satu cara, yaitu NIAT - IKHLAS. Ikhlas itu bukan artinya ridho ya, kek kita kasih ke orang terus mau dbales, kita bilang, aku ikhlas kok. Bukan, itu namanya ridho. Ihlas adalah meniatkan sesuatu hanya mencari ridho Allah. Ga ada niatan lain kecuali itu. Misal nih, kita bikin konten, kalau niatnya karena Allah, ada atau ga ada yang like, yang nonton, ya kita tetap semangat.  Ada atau ga ada yang komen positif, kalau niatnya Allah ya tetep ngonten sesuai prinsip kebenaran. bukan hanya ribut mencari pembenaran masing-masing. 

Kalau niatnya bener, kita juga gak akan habisin waktu berjam-jam sampai mengabaikan kewajiban yang utama, misal ngurus anak. 

Komen hate juga ga usah diurusin, kadang mereka bukan ga setuju ama konten kita, tapi kadang ya ga suka aja ama elu. Kan ada orang yang ngerasa kesamber ketika kita ngmong sesuatu padahal bukan tentang dia. Ada, banyak malah. Cukup bilang, hasbiyalloh wani'mal wakiil. Cukup bagiku Allah. 

Ini juga pengingat kita, setiap komen setiap like and dislike, nanti akan kita pertanggung jawabkan ke Allah. Bakal ditanya, kenapa like, kenapa dislike. Apakah alasannya karena dunia, ego pribadi, atau memang mentauhidkan Allah. 

Beware yah. Allah Maha Melihat, dan ada malaikat yang selalu membersamai, dalam setiap catatan amal. 

Menghadapi Gaslighting

Ada seorang cewe, anggap saja namanya Bunga. Bayangin aja dia dateng ke kamu, dia nangis nangis karena berantem ama pasangannya, anggeplah suaminya. Bunga melihat si Kumbang, suaminya jalan bareng di mall. Ya jalan berdua, siang-siang. Si Bunga nanya dong ke Kumbang. Eh kumbangnya marah2, katanya "KOK KAMU NUDUH AKU SIH? AKU GA SUKA YA DITUDUH-TUDUH. TOH SELAMA INI AKU GA PERNAH NGAPA-NGAPAIN!"

Kalau lu jadi temen Bunga, apa yang bakal kamu lakuin? Menurutmu siapa yang salah? Ya Kumbang lah kak. Tapi jangan salah, Bunga malah merasa dialah yang salah. Dia justru merasa dia telah menuduh suaminya macam-macam. Kemudian justru dia merasa takut ditinggal pergi. Setelah itu Bunga ga berani nanyain lagi tentang itu lagi. 

Begitulah, korban gaslight tidak merasa jika telah jadi korban, dan tidak paham tentang teknik gaslighting yang sering dilakukan oleh pasangan. 

Semoga pos kali ini, kita bisa menyelamatkan banyak orang. Karena bukan hanya kelelahan psikis, tapi juga berakibat ke penyakit fisik, bahkan bisa ke bunuh diri.

Sebenarnya apa sih gaslighting itu? Secara rumit, 

Gaslighting adalah istilah yang cukup populer untuk menggambarkan situasi yang dilakukan seseorang untuk memanipulasi kita secara rumit dan penuh taktik dengan cara membalikkan ucapan agar kita mempertanyakan kembali tindakan kita hingga terjerat dengan rasa bersalah seolah kita adalah pelaku dari kerunyaman argumen atau suatu permasalahan, meskipun realitanya jelas sebaliknya. Cukup rumit bukan? Oleh karenanya, pelaku gaslighting sangatlah berbahaya untuk kita dan jelas memiliki tujuan untuk menjebak kita dalam hubungan yang tidak sehat atau toxic relationship.

Kalian pasti paham, itu bukan kalimat gw. Secara mudah tuh gaslighting taktik seseorang bolak balikin kata sehingga malah jadi seolah kita lah yang salah. Gaslighting tuh dilakukan dengan memanipulasi psikologis seseorang, makannya korban ga ngerasa sudah dialihkan fokusnya, ga merasa jadi korban, malah ngerasa guilty. 

Pelaku biasanya orang-orang yang over egois sehingga memilih cara itu daripada mengkomunikasikan secara baik-baik.

Tujuannya apa sih? Sederhana, menutupi kesalahan. Pelaku takut kesalahannya diungkap sehingga pura-pura tersinggung, bentak-bentak, ada juga yang pura-pura terdzolimi, macem-macem lah. Kita jadi ragu, merasa bersalah, ga percaya diri, tidak berdaya, kemudian berhenti meminta haknya. Hak mendapat penjelasan misalnya.

Ya contohnya tadi antara Bunga & Kumbang. Bunga berhak mendapat penjelasan, tapi malah dia dimarahi-marahi ama Kumbang, dibentak-bentak, dinilai menuduh. Laaah bunga kan cuma nanya ya. Mana ada nuduh? Kemudian fokus Bunga buyar, malah mengiyakan kata-kata Kumbang. Dia jadi merasa bersalah telah menuduh-nuduh. 

Kok Bunga percaya gitu aja sih? Kenapa coba? Saking bucinnya. Saking percayanya. Saking terlalu jaga perasaan si kekasih. Di atas perasaannya sendiri. 

Eit jangan salah, kejadian seperti itu tidak hanya terjadi dalam relationship. Banyak juga terjadi di dunia kerja. Misalnya, si x mergoki si y berbuat curang. Korupsi deh misal. Dengan polosnya x ngingetin y untuk berhenti, kalau tidak terpaksa x akan melaporkan ke atasan atas. si Y malah ga terima, 

"Maksud kamu apa? kamu ngancam? kenapa ngancam2, aku ga suka diancam-ancam!!! selama ini aku juga udah baik sama kamu, selama ini kita baik-baik saja loh. Ga kayak gitu lah caranya!" 

Eh ada loh yang malah merasa bersalah, "apa iya aku mengancam?". Inget! fokus kesalahannya kan ada di Y yang korupsi. Bukan ke ancaman. Lagian x melakukan yang menjadi kewajibannya, melapor. Betul tidak?

Ketika mengalami tindakan gaslighting itu, apa yang harus dilakukan?

1. ta'awudz, minta pertolongan Allah agar tidak terpancing emosi. Karena kerjaannya setan kan mancing emosi, salah satunya ya pelaku gaslighting tersebut. Kenapa ga boleh kepancing emosi? karena orang kalau dikuasai emosi, logikanya ga akan lurus. fokusnya mudah teralih. Bisa keluar kata-kata yang jauh lebih bahaya. Bisa saja malah dilaporkan karena tindakan tidak menyenangkan. Jadi malah kita kena pasal yang lain. Bukankah itu yang setan mau? tujuan gaslighting adalah mengalihkan fokus kesalahan kan?

2. Diam. Aku tahu banget rasanya, pasti ga terima digituin, kamu pingin nangis, kamu pingin berontak, pingin bilang ga. Tapi tahan dulu, karena senjata mereka adalah kata katamu yang bakal dia balik-balikin. Mereka biasanya pinter bolak balikin kata, juga fakta. Makannya Rasul pernah bilang kan, kalau marah tuh diem. Aman.

3. Pura-puralah tenang. Pelaku gaslight hanya akan menunjukkan dia marah agar kita takut & ragu. Tunjukkan kamu tetap tenang. Kalau perlu rekam semua biar ada bukti, kalau ga sempat ya udah. Ga usah repot-repot ngebantah. Karena pelaku tidak ada iktikad untuk menyelesaikan masalah. Sengaja menambah masalah baru. Sudah tidak bisa diajak diskusi.

4. Pergi. Ya ngapain lagi lu masih berusaha selesein masalah kalau dianya ga? ya capek doang.

Aku ada taktik balasan untuk membalas pelaku gaslight, membuat dia kesel. Tapi ini ga bisa dilakukan kalau kalian kebawa emosi, atau bucin. Taktik ini juga harus sering dilatih, kudu sering simulasi. Kalau ga, ya boomerang. Malah bisa balik kek kalian sendiri. 

Pelaku     : KOK KAMU NGANCAM?? 

Korban    : Oooh, jadi kamu merasa itu terancam?

Pelaku     : KOK KAMU NUDUH?

Korban    : ooh jadi kamu merasa gitu? kenapa aku harus nuduh?

Pelaku     : GA TAHU!!

Korban    : Terimakasih atas penjelasanmu. 

Awalnya dia berniat mengalihkan isu tapi kalian balikin lagi ke masalah yang semula. Kalian tetap tenang dan ga sampai hilang fokus, tidak terlihat takut. Misinya membuat kalian takut dan merasa tak berdaya, tak berharga, gagal. 

Intinya adalah balikin kata-kata dia lagi, santai & jangan merasa lebih rendah. Kalian harus merasa Percaya Diri, yakin atas sudut pandangmu. Tapi ini juga bisa berbahaya. Jikalau dia biasa main fisik, mending diam atau pergi saja. 

Kalau bisa sih, enyah dari toxic relationship kek gitu. Sebelum terlambat. Jangan anggap dia cinta sama kamu, dia itu cuma cinta sama dirinya sendiri. Tapi bertingkah seolah-olah kamu adalah cinta matinya. Orang-orang seperti ini pinter memanipulasi perasaan orang. Jangan kepdean dia cuma cinta kamu doang. 

Kita tahu memang awalnya ga akan mudah, tapi niatkanlah karena Allah, setiap kali panic attack, anxiety attack pas inget dia, segeralah ambil wudhu, lalu sholat. Begitu terus. Lalu fokuslah untuk mendekati Allah melalui ibadah wajib & sunnah. Tambah ilmu.

Semoga bermanfaat, inshaAllah kamu bisa. Amiiin...

PEJUANG FEMINISME ISLAM

FEMINISME 

Apaan sih ituh? Kenapa akhir-akhir ini banyak terdengar desas-desus mengenai gerakan ini? To be honest, guwe akuin lemah soal istilah-istilah. Feminisme, ad hominem, patriarki, lalala lelelele lilili. Lebih fokus ke konteksnya aja gitu. So, mending sadur aja apa sih feminisme itu?

Feminisme adalah rangkaian dari gerakan sosial, politik, dan ideologi yang memiliki tujuan untuk membangun serta mencapai kesetaraan gender di segala aspek.

Hm.. beuh keren ya definisinya? 

Ah TIDAACK!! itu kepanjangan. Buat goldar B itu cukup berbelat belit. Intinya tuh gerakan emansipasi wanita. Gerakan kesetaraan gender. 

Pertanyaan selanjutnya adalah..

1. Apa latar belakangnya?

2. Asal muasalnya gimana?

3. Goalnya apaan?

4. Contoh kesetaraannya dalam hal apa aja?

5. Masih relevan ga di jaman sekarang?

6. Apakah para influencer paham tentang ini? 

So, mari yuk sama-sama riset. Jangan asal ikut-ikutan, jangan pernah ambil kesimpulan sebelum riset sendiri. Ok?

Mungkin ada yang beranggapan bahwa feminisme adalah para hater lelaki, oh bukan. Tahu ga sih, setidaknya ada 8 aliran feminisme. Jangan heran, sesama aliran ini aja masih suka ribut. Apa saja 8 cabang feminisme tersebut?

1. Feminisme Liberal

Dimulai dari abad ke-19 dengan tujuan kesetaraan hak wanita di ranah sipil, kepemilikan tanah, sumber daya alam dll.

2. Feminisme Radikal

Aliran ini menyatakan tentang hak milik pribadi wanita, khususnya orientasi seksual (lesbi, transgender, tak menikah, dll). Mereka menekankan bahwa "tubuhku ya punyaku". (Yang ngomong punya tetangga lu siapa?).

3. Feminisme Marxis-Sosialis 

Menuntut kesamaan upah & sosialisasi tentang pekerjaan rumah tangga & pengasuhan anak. Intinya tuh mereka meminta hak agar tetap bisa menjalankan tugas rumah tangga.

4. Feminisme Psikoanalisis Gender

Melawan teori Sigmun Freud yang bilang bahwa wanita itu penis envy, iri karena laki-laki punya penis. 

5. Feminisme eksistensialis.

Menuntut kebebasan dalam mendefinisikan diri sebagai wanita. Karena wanita adalah subjek, bukan objek.

6. Feminisme Pasca modern.

Sering tidak dianggap memperjuangkan hak wanita, karena justru menyatakan bahwa dirinya adalah wanita mahluk yang berbeda.

7. Feminisme multikultural & global.

Intinya mensosialisasikan ke dunia bahwa wanita itu terteindas meskipun sifat penindasannya berbeda-beda.

8. Ekofeminisme.

Wanita dihubungakan dengan ekosistem, wanita adalah penjaga alam sedangkan lelaki merupakan perusak ekosistem.

Pusing kan? Ga ya? Berarti aku doang dong yang pusing? Guwe ga yakin, apakah semua influ-encer pejuang wanita tahu tentang ini. Ga paham hakikat dibalik apa yang mereka gaungkan. Sesuai sabda Rasul bahwa di akhir jaman semakin banyak orang yang tidak paham dipercaya akan sesuatu.

Dari banyaknya varian feminisme tersebut, terdapat pola yang sama :

1. Wanita-wanita ini merasa tertindas.

Pada dasarnya hal ini kan sangat relatif. Harus ditelaah dulu, apa yang membuat mereka merasa seperti itu? Benar bahwa dari jauh-jauh hari sebelum Islam hadir(<560 M), wanita itu dilindas, eh ditindas. Bayi wanita dibunuh hidup-hidup, anak wanita dinyatakan sebagai pembawa sial, aib, dilarang berpendapat, dilarang menolak, dijodohin paksa, wajib membakar diri ketika si suami wafat, sebagai tempat pemuas nafsu saja, dll. 

Hal tersebut boleh dinyatakan sebagai penindasan, ada bukti kekerasan, dan juga membahayakan. Tapi kalau cuma disuruh nyapu lantai, kemudian menolak dengan dalih feminisme? Hadeuh pehliss deh..

2. Menuntut hak-nya.

Ngomongin soal hak, inget ga pelajaran hak & kewajiban di SD kelas 1 or 2 gitu. Lupa-lupa inget guwe. Tolong bedakan antara kewajiban dengan hak. Kewajiban adalah menjalankan tugas sesuai perannya. Sedangkan hak adalah imbalan setelah melaksanakan peran tersebut.

Inget ya, yang benar adalah gerakan yang menuntut kesetaraan hak, bukan gerakan persamaan peran atau kewajiban. 

Ga usah lah ngomongin peran wanita di dunia, mari berkaca tentang peran wanita dalam rumah tangga. Ada istri & suami dengan perannya masing-masing. Aneh aja kalau minta persamaan peran. Ya kali suami disuruh hamil? Faktanya, wanita mampu berperan menjadi pencari nafkah, tapi tidak semua lelaki mampu menggantikan peran istri atau ibu di rumah tangga.

Analogi lainnya deh, di sebuah perusahaan. Ada yang berperan sebagai HRD, bagian penjualan, bagian produksi, bagian audit, jajaran pimpinan. Ga mungkin dong perannya sama? Tumpang tindih atuh. Atau yang lebih ekstrim, HRD ga mau menjalankan tugasnya as HRD, Bag Produksi juga ga mau jalanin produksi, begitupun dengan penjualan. Gimana perusahaan bisa jalan dengan baik, kalau kerjaannya serabutan begitu? 

Perusahaan akan berjalan dengan baik apabila masing-masing bagian memahami peran tugasnya masing-masing. Kemudian bertanggung jawab dengan sebaik-baiknya. Nah, setelah kerjaan beres, baru deh dapet gaji. 

Belum apa-apa udah nuntut gaji? How come? Gaji pun tidak boleh sama rata, ya itu namanya ga adil. Tapi yang dituntut adalah gaji yang adil. Karena apa? Karena menjadi pimpinan, risikonya jauh lebih besar dibanding risiko staf. 

So aneh aja, kalau para pejuang feminis menuntut persamaan peran dengan lelaki. Emang mau disuruh bekerja angkat-angkat galon? angkat-angkat pasir 50kg? Pasti banyak yang ga mau. 

3. Membandingkan & memperjelas perbedaan gender. 

Wanita & pria memang faktanya beda. Yang satu punya peni*, yang satu vagi*a. Tapi ga sederhana itu kisanak. Ada banyak hal lain yang membedakan, baik secara psikologis, fisiologis, kimiawi, dan biologis. Udah banyak ane bahas di podcast & instagram @riamarliana87 ya. Kenapa beda? Karena disesuaikan dengan perannya masing-masing. Kalau dituker-tuker, sama seperti kita masukin kunci ke pintu yang salah.

Salah satu pejuang hak wanita tersebut adalah Asma binti Yazid. Asma pernah mendatangi Rasul, dan bertanya :

"Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku adalah utusan bagi seluruh wanita muslimah di belakangku, seluruhnya mengatakan sebagaimana yang saya katakan dan semuanya berpendapat sesuai dengan pendapatku. Sesungguhnya Allah Ta'ala mengutusmu untuk laki-laki dan perempuan, lalu kami beriman kepada Anda dan membai'at Anda. Sementara itu, kami adalah wanita yang terkurung dan terbatas gerak langkah kami. Kami menjadi penyangga rumah tangga kaum lelaki, dan kami adalah tempat melampiaskan syahwat mereka, kamilah yang mengandung hak-hak mereka, akan tetapi kaum lelaki yang mendapatkan keutamaan melebihi kami dengan shalat Jum'at, mengantarkan jenazah, dan berjihad. Apabila mereka keluar untuk berjihad, kamilah yang menjaga harta mereka, yang mendidik anak-anak mereka, maka apakah kami bisa mendapatkan pahala sebagaimana yang mereka dapat dengan amalan mereka?"

Kemudian Rasulullah bersabda, "Kembalilah wahai Asma' dan beritahukanlah kepada para wanita yang berada di belakangmu bahwa perlakuan baik salah satu di antara mereka kepada suaminya dan mintalah keridhaan suaminya, mengikuti persetujuan suaminya,  itu semua dapat mengimbangi seluruh amal yang kamu sebutkan yang dikerjakan oleh kaum lelaki."

Maka kembalilah Asma' sambil bertahlil dan bertakbir, merasa gembira dengan apa yang disabdakan Rasulullah. Dalam dada Asma sempat terbersit keinginan kuat untuk ikut berjihad, hanya saja belum memungkinkan. Setelah tahun ke-13 Hijriyah, setelah wafatnya Rasulullah sampai perang Yarmuk, dia ikut berjuang bersama muslimah membantu mempersiapkan senjata, menyediakan minuman, mengobati muslimin yang terluka, kemudian juga memberi semangat. 

Jangan salah, dari jaman Rasul SAW sydah ada isu kesetaraan gender. Jadi di Islam tuh bukan hal baru. Bedanya, pejuang feminisme Islam ini melihat bukan hanya dari dimensi dunia, namun juga akhirat. Mereka berjuang dengan ilmu, dan dengan iman sehingga goalnya bukanlah nafsu pribadi, namun pahala yang setara di akhirat. 

Allah tuh sesayang itu sama kita..

Allah beri hak-hak wanita setelah ditindas landas di masa sebelumnya, masa jahiliyah.

Allah beri wanita peran besar dalam meneruskan keberlangsungan hidup manusia, mendidik generasi yang belum tentu sanggup diemban oleh pria.

Allah beri wanita empati lebih dibanding lelaki sehingga mampu melihat sesuatu secara luas, tidak hanya dari sisi hitam atau putih, namun juga dari sudut kasih. Orang sekeras Umar pun mampu luluh menerima kebenaran lantaran ini. 

Allah Maha Pengasih dan Penyayang, berkenan melimpahkan sifatNya itu ke dunia melalui wanita.

Allah beri kesempatan wanita mendidik manusia dan memberikan kesempatan besar dalam beramal jariyah, memberikan ilmu yang bermanfaat, memiliki anak sholeh/sholehah. So ketika kita telah berpulang pun, insha Allah pahala akan selalu mengalir. 

Allah beri kesempatan wanita merasakan dicintai & mencintai melalui dekatnya hubungan ibu-anak, bahkan sejak dalam kandungan. 

Allah beri wanita pintu surga khusus bagi mereka yang gugur ketika melahirkan. 

Allah beri kesempatan wanita mendapat pahala sama dengan lelaki yang berjihad, meski dari rumah. 

Masha Allah...

Segitu beratnya tugas wanita, segitu percayanya Allah dengan wanita, ga mungkin Allah khianati hak-hak kalian. Eh kita dong ye.

Bahkan Allah beri kita cuti ibadah, tapi tetap dapet aliran pahala setiap menstruasi.

Allah muliakan wanita 3x lebih dulu dibanding pria, bukankah orang yang harus kita hormati adalah ibu, ibu, ibu, baru kemudian ayah?

Aneh aja, kenapa masih kuraaang aja buat sebagian besar muslimah. 

Pria & wanita, jelas beda. Itu fakta science.

Tertindas atau ga, itu tergantung sudut pandangmu.

Sesempurna apapun, akan tetap cacat apabila kacamatamu buram karena ambisi pribadi.

Sama halnya ketika bekerja, kita menuntut sesuatu kepada pimpinan tertinggi dari suatu perusahaan. 

Personally, aku aja masih rancu dengan alur berfikir pejuang feminis di era sosmed ini. Apa yang dituntut? Siapa yang dituntut? Malah ribet di istilah. 

Karena jujur ya, menurutku sih di Indo tuh ga ada isu wanita tertindas. Karena kita bisa bebas bekeliaran, bisa menuntut ilmu, bisa bekerja kantoran, bisa bebas beribadah, bisa bebas punya anak, dsb. Beda loh dengan Jepang, ga sebebas ini. 

Jadi sebelum ndeplak macem-macem, cari tahu dulu ilmunya. Jangan asal ikut-ikutan, karena nantinya akan dikumpulkan dengan idola kita. Dengan siapa kita berteman, siapa yang kita ikuti. Hidup itu sementara, inget di sini kita cuma ngontrak, ntar juga bakal pulang. Ingat selalu cara pandang muslim, bukan dunia, tapi lebih tinggi lagi, yaitu akhirat.

Barangkali ini adalah sindiran Allah agar kita mau belajar sejarah islam. Wanita di jaman Rasul itu diberi hak suara, bahkan Rasul sering berkonsultasi dengan Bunda Aisyah ketika ada masalah.

Bunda Khadijah bahkan menjadi center di awal-awal penyebaran Islam di Makkah.

Setelah Rasul wafat pun, Bunda Aisyah menjadi top 5 perawi Hadits, bahkan top 1 perawi Hadits wanita.

Ada juga wanita yang ikut berperang dengan menyembunyikan identitasnya, sampai-sampai dikira Khalid bin Walid yang paling ditakuti di medan perang.

Semakin belajar, maka kita akan tahu betapa ilmu kita tuh ga ada 1/1jt dari ujung kuku. 

Semoga Allah selalu jaga kita dalam din Islam, amiin.

Childfree + Mental Illness = Egois, dari Psikologi Islam

Latar Belakang :

Banyak yang salah tangkap kesimpulan, dianggap bahwa Psikologi Islam menganggap orang yg childfree itu egois, apalagi jika penderitanya kena mental illness.

Aku merasa ga enak sama Allah, khawatir malah pada menghujat aturan Allah, menganggap Allah maksa. Makannya kubuat detail penjelasannya di video ini. Kalau toh ada yang kurang, itu berarti murni dari caraku menyampaikan. Maha Suci Allah yang terlepas dari kesalahan.


Goal :

Memahami Psikologi Islam dalam memandang soal childfree - dhi meneruskan eksistensi, secara Global. Bukan soal reason personal. 


Pembahasan materi :

Komponen kepribadian dari sisi Psikologi Islam :

1. Ruh - nyawa dan merupakan rahasia Allah.

2. Fitrah - fisik & non fisik, salah satunya meneruskan keturunan. 

3. Akal - menganalisis dan memproses data menjadi kesimpulan.

4. Nafsu - segala bisikan yang membawa ke kebahagiaan duniawi saja.

5. Qalbu - segala bisikan yang membawa kita mendekat kepada Allah.

6. Pilihan - kehendak pribadi, atau free will. Ini hal mendasar manusia yang membedakannya dengan robot.


Kesimpulan :

Mental Illness tidak sama dengan orang-orang yang egois yang ada di ranah nafsu. Jadi bagi mereka yang memutuskan childfree dengan reason tersebut, tidak termasuk ke kategori yang dijelaskan di video awal tiktok. ANALOGINYA seperti orang berpuasa Ramadhan, akal kita sama-sama tahu itu wajib, tapi kemampuan masing-masing orang beda-beda.


Suggestion :

Sebagai manusia, kita dikasih pilihan. Allah pun tidak maksain. Barangkali ada yang saat ini keukeuh childfree, eh tiga tahun lagi siapa sangka menjadi ibu yang taat kepada Allah melebihi kita. Ga usah saling menyerang. 


Goal pentingnya adalah seperti apapun, selalu dan terus deketin Allah.

Kenapa Gampang Lupa?

Pernahkah kalian bertanya, kenapa ya temenku pinter banget? Kenapa ya dia bisa betah ndengerin guru atau dosen di dalam kelas. Kenapa ya dia kok bisa rajin belajar? kenapa sih dia segigih itu?

Terus kalian berkaca kepada diri sendiri. Kok aku ga bisa gitu ya? Kalau bisa serajin dia kan keren, mungkin bisa menyamai prestasinya. Dan at the end of the day, kalau aku rajin, sebenarnya aku jg bisa pinter kok. Ya karena aku males aja. Udah deh. 

Aniwei, Aku punya banyak teman yang menurutku awsome. Beberapa diantaranya aku korek-korek rumusnya. Eh ternyata, bukan sihir loh. Mereka gigih sedari kecil. Mereka punya goal yang jelas. Step-step yang terencana, dan komit jalanin itu semua. Disiplin. 
Salah satu temenku, lulusan S2 Teknik Mesin Taiwan bercerita. Prinsipnya adalah tidak ada yang tidak bisa, kalau kitanya mau belajar. Okeiiii, aku setuju nih. Dia bangun jam 3 pagi, belajar untuk mata kuliah di hari itu. 10 menit sebelum masuk kelas dia ulangi pelajaran yang akan muncul. Aku ngebatin, gila nih anak, one step ahead banget. Guwe aja berangkat ke kampus sampe masuk kelas dah sukur. Nunggu guru ngejelasin, baru deh buka modul.

Eit jangan sedih, masih lanjut nih. Sesampainya di kosan, dia segera mengulang materi yang diterimanya hari itu. Tidur kisaran jam 11-12 malem. Ewww.... Guwe? Boro-boro. Pulang udah kecapekan organisasi, tidur. Kapan buka modul? Menjelang ujian. Wkwkwk. Kadang sama sekali ga belajar, merasa jumawa. Ah entahlah dulu mikir apa pas kuliah.

Hal selanjutnya yang aku tanyain adalah, "Kok kamu mau segigih itu si? Padahal kamu di luar negeri,  ga ada yang ngawasin"

Apa coba jawabannya, dia merasa bertanggung jawab untuk menjalankan pesan-pesan ayahnya yang ditanamkan sejak kecil. Masha Allah.

Sekarang aku paham bahwa seseorang bisa seserius itu dalam belajar or apapun lah, ketika ada rasa tanggung jawab. Prinsip ini lah yang ditanamkan oleh orang tua sejak kecil, harusnya sih gitu yekan?

Ini sejalan dengan perintah sholat, ketika kita merasa memiliki tanggung jawab untuk mengerjakan sholat, "bukan hanya menggerakkan badan secara fisik", namun lebih ke bertanggung jawab "menghadap" dan kasih laporan ke Allah minimal 5x sehari. Rasa tanggung jawab itu bakal melahirkan niat yang sungguh-sungguh. Barulah tercipta konsentrasi dan fokus, serta kekhusyu'an. Sholat yang khusyu' akan memberikan manfaat kesehatan mental dan fisik. Terlepas dari pahala yg inshaAllah jauh lebih sempurna. 

Bayangin deh, ada sahabat yang dipanah tiga kali ketika sholat, dan beliau tidak bergeming. Tetap menikmati nikmatnya bermunajat. Hm... Kebayang dong betapa serius & khusyu'nya beliau? Belum ngomongin sholatnya Rasul. Jangan heran kalau sholatnya Rasul itu ngefek abis, sedangkan sholat kita? Ah ya sudah lah jawab sendiri.

Jadi kesimpulannya adalah, rasa tanggung jawab, akan berpengaruh terhadap keseriusan seseorang, dan konsentrasi. Konsentrasi tinggi membuat kerja otak optimal. Jadi ketika kalian belajar, kenapa sering lupa, bisa jadi karena kurang fokus. Kenapa kurang fokus? Karena ga konsentrasi? kenapa ga bisa konsen, karena ga serius-serius amat, ga niat-niat amat. Kenapa ga niat2 amat? Karena rasa tanggung jawab yang belum utuh.

Mengatasi Nervous Public Speaking

Menurut penelitian, 80% dari orang yang berbicara di depan umum mengalami anxious. Ada yang berpendapat bahwa yang mengaku tidak merasakan panik dan lain-lain, mereka berbohong. Wkwkw. Terserah saja lah ya, namanya juga input dari orang mah suka-suka mereka jawab gimana.

Perasaan panik, tidak nyaman, deg degan, nervous, was-was ketika harus berbicara. Bagi sebagian orang, untuk berbicara tatap muka saja bisa membuat panik. Dan sebagian yang lain akan panik ketika jadi pembicara, mmoderator, MC dan lainnya. Salah satu tandanya adalah deru nafas yang semakin kencang, bicara belepotan, keringat dingin, bahkan ada yang sampai bergetar tangannya. Suara? Tentu saja. 

Sebenernya apa sih penyebabnya? Perasaan dinilai. Takut dicap salah. Takut dicap bodoh. Takut tidak diterima. Akar dari kepanikan public speaking mostly ya karena itu. Wajar ga sih? Wajar banget. Secara psikologis, wajar banget manusia merasa terancam ketika ditolak. Manusia secara naluri akan menjauhkan diri dari segala sesuatu yang membuatnya tidak nyaman, membuatnya tidak aman, membuatnya tertekan. Kalau diterus-terusin, pesan yang ingin kita bagi ke orang lain justru tidak akan tersampaikan. Boro-boro, orang lain ga salah paham udah sukur.

Terus apa dong yang harus kita lakukan?

1. Tenangkan dulu pikiranmu. Ada banyak cara dan ini sifatnya sangat personal. Kalau aku pribadi as a muslim sudah melakukan banyak cara seperti mengatur pernafasan, senam mulut, merenung, memberi kata-kata positif semacam self talk, tapi satu-satunya cara yang cukup berpengaruh adalah shalawat. Beberapa teman menyebut bahwa membaca Al Fatihah, ta'awudz, dan ayat Kursi cukup berpengaruh.

2. Ubah fokus. Semakin fokus terhadap perasaan panik dan tidak nyaman tadi, hanya akan membuat perasaan itu semakin besar. Rubah fokus ke pesan apa yang ingin kita sampaikan. 

3. Rubah mindset. Apanya yang harus dirubah?

  • Ubah mindset tentang salah & benar. Dalam komunikasi, tidak ada yang namanya salah & benar. Yang ada hanyalah berbeda style dalam berkomunikasi.
  • Be yourself. Kesempurnaan adalah mitos, sempurna bukanlah mereka yang tidak melakukan kesalahan. Sempurna adalah menjadi dirimu yang unik, dan teruslah belajar dan bertumbuh.
  • Tidak semua orang seperti yang kita pikirkan. Kita menjudge mereka "menilai" diri kita layaknya kita menilai orang lain. Ternyata ga semua orang kayak kita loh. It's Ok to be judged. Orang berhak berlaku seperti apapun. Hak kita adalah menghargai diri kita, salah itu biasa. Namanya juga belajar.
  • Don't stop! Teruslah belajar dan mengevaluasi diri. Prepare more, do outlining, dan evaluate, and practice more. Komunikasi bukan lah kalkulator yang menunjukkan hasil instan ketika pencet enter. Komunikasi adalah skill yang perlu dilatih terus menerus. 
Jangan lupakan yang paling utama adalah berdoa agar Allah melancarkan lisan kita, mengangkat kekakuan di lidah kita, dan membuat orang lain paham maksud kita. Amiin...

Langkah Pertama Mencintai Diri Sendiri

Adakah yang merasa hidup terlalu jauh dari impian masa lalu? Yap aku pun merasa hal yang sama. Walaupun tak benar-benar menilik masa lalu, entah kenapa. Mungkin teramat lelah dengan rutinitas dan tanggung jawab sehingga rasa-rasanya sulit untuk tersenyum. 

Bukan pingin mengasihani diri, tapi realitanya begitu. Kalau ada orang yang bilang, "ga bersyukur amat sih loh", itu pasti orang dari luar diri lu sendiri. Karena orang yang sedang berada di titik nadir, akan sangat sulit menemukan celah positif di setiap sudut kehidupannya. 

Beruntung Allah selalu punya cara agar orang introvert kek aku ini mampu menyelami lebih jauh ke dalam diri sendiri. Bukan, bukan sengaja. Anehnya selalu dengan embel-embel kebetulan. To be honest, aku lagi ada proyek untuk menulis buku tentang karakter goldar B, namun lagi-lagi pengelesan-pengelesan pribadi membuat hal itu semakin tertunda. Sekalinya nulis, baca ulang kayak ah nulis apa sih? Kuputuskan untuk rehat sejenak dan mematangkan konsep serta premis buku tersebut. 

Pagi ini tidak sengaja aku buka blog lamaku, blog dari tahun 2009. Kepo-lah, bagaimana sih sosok "aku" di tahun tersebut? apakah aku bisa menilai lebih objektif saat ini? Kalau dulu ya tentu tidak. Karena aku lah sang penulis, masih terlalu idealis untuk bisa menjadi seorang penilai objektif. 

Judul di tahun 2009 yang lucu-lucu tapi mengulik tanya. Kalimat demi kalimat aku baca. Seperti membaca tulisan orang lain. Bukan aku. Segitu raibnya ingatan tentang aku di masa lalu, atau memang dulu aku belum paham siapa aku.

Aku suka penulis ini, looks genuine. Asli sekali. Bahasanya lugas, meski bukan terbaik. Namun tidak buruk. Ringan dan sesekali menimbulkan gelak tawa. "Ah, ini beneran guwe yang nulis?" hahaha. 

Seakan ga percaya, tapi aku inget ini bahasaku di masa kuliah dulu. Ini watakku dulu. Pecahan kaca itu semakin bersatu hingga mampu menampilkan gambaran waktu itu. Kagum sama ini anak, ya maksudnya diri guwe sendiri, subhanallooh. hahaha. Boleh lah muji diri sendiri. Di tahun tersebut dia menulis ya nulis aja. Sekedar mengeluarkan unek-unek kotor maupun sucinya. Maklum tahun 2009-2010 belum kek sekarang, orang mabuk sosmed, orang mabuk komen, merasa bangga gitu kalau udah hate speech or hate comment. Si penulis ini tidak kahwatir kalau tidak ada yang baca, tidak peduli dengan uang, tidak haus viral dan sebagainya. Cukup menulis, titik. Kebaca banget. Penulis ini jiwanya BEBAS!!! 

Itu lah yang aku rindukan. Sosok diri aku sendiri yang sepertinya sudah terlalu lama hilang tenggelam dengan kekhawatiran ini, itu, ono yang membuat tulisannya nampak mentah dan nanggung. So sorry to hear that. Alhamdulillah dipertemukan lagi dengan sosok di masa lalu yang meski nampak asing, tapi yakin itu adalah aku. Ternyata kamu bisa loh nulis, ternyata bahasamu juga enak dibaca, ringan dan ga dibuat-buat. Come on, dulu aja bisa. Come on, kamu lebih kuat dibanding prasangkamu dude, sis. eh bro, eh jeng. 

Benar, meningkatkan self love itu berbeda-beda cara. Si ekstro mungkin cukup dengan ngobrol dengan orang sekitar, tukang sayur, tukang batu, tukang-tukangan yang lain. Sedangkan si intro butuh waktu menyendiri dan menyelam ke dalam diri sendiri untuk menemukannya. Gimana maksudnya? cobalah keluar dari tubuhmu, anggaplah kamu menemui sosok orang lain yang itu adalah kamu di masa lalu. Lihatlah dari sudut pandang yang baik, hargailah dia dengan perjuangannya. Karena apa? Karena tidak ada yang lebih memahamimu kecuali diri kamu sendiri.

Tulisan-tulisan di blog ini cukup membantuku menemukan another self-love ku. Meningkatkan kepercayaan dan penghargaan diri. Allah itu selalu aja memberikan rezeki yang tidak disangka-sangka. Alhamdulillah.. Ini harta karunku yang dulu kutulis tanpa tahu apa manfaatnya kelak. Sekarang aku paham, menulislah meski kau tidak tahu kapan harta karun ini akan kau temukan kembali.

Cara Agar Tidak Kecewa Ketika Harap Tak Jadi Nyata

Saya belajar mapel ekonomi (yang khusus ekonomi) adalah SMA kelas 1. Saya inget banget, ketika guru saya menerangkan, eh malah nggambar kartun.

Tempo yang tll lambat bikin pikiran introvert kek saya terlalu nganggur. Kudu disambi. Bukan berarti ga nyimak, karena nyatanya ada anak-anak kek saya yang multitasking. So, buat bu guru, pak guru yg mungkin baca tulisan ini, ada lo anak-anak yang bisa melakukan pekerjaan ndengerin sekaligus nulis cerpen sekaligus. Hehehe.

Di sanalah saya belajar tentang Prinsip Ekonmi. Yang intinya nyari profit sebanyak banyaknya dengan modal seminim-minimnya. Lanjutannya, ada ilmu mahal yang saya dapet, yaitu tentang how greedy we are. Jadi manusia akan terus mencari hal yang bisa memuaskan dirinya.

Ada titik yang namanya kepuasan. 

Ya ini ada kaitannya dengan hukum Gossen. 

Hukum Gossen yang pertama menyatakan, intinya kalau suatu barang ditujukan untuk memenuhi kepuasan, maka nilai barang tersebut lama lama akan berkurang. Kemudian sampai pada titik jenuh. 

Gampangnya gini, awal dapet gaji 10 juta per bulan, dah kek raja. bulan ke 4 udah mulai terbiasa. Eh bulan ke 6 udah mulai ngeluh gajinya kurang. Bulan ke 7 udah minta kenaikan gaji. Hahaha 

Ya itulah manusia. 

Itu yg disebut dengan greedy. Fitrah, naluriah aja kek gitu. Namun tahu ga si, itu rentan banget sama rasa kecewa. Ya karena tadi, ada harapan.

Loh mba terus hubungannya ama tips tadi apaan mba? 

Jadi sebelum kamu menemukan rasa jenuh, dan kekecewaan dari dunia. Kamu ga akan bisa move up ke hal yang disebut akhirat.

That’s why Allah pertemukan kita dengan banyak kekecewaan2 di dunia ini, baik dari kantor, pasangan, anak, keuangan, apapun yang kita anggap penting. Tanpa sadar kita sering overexpect kepada mereka.

Bukankah kita sering diuji dari hal yang dianggap penting? Dan pada akhirnya kita juga dikecewain dari hal penting tersebut?

Biar apa? Biar menuju titik jenuh tadi. Kembali ke hukum Gossen. Allah pingin kita paham bahwa titik kebahagiaan dan kepuasan itu tidak akan pernah berhenti hanya sampai pada dimensi dunia.

Pinjem duit, eh ga dikasih. Kecewa

Udah dandan, ga dipuji. Kecewa

Udah usaha belajar mati-matian, eh ditolak kampus impian. Kecewa

Udah usaha keras, ga masuk perusahaan idaman. Kecewa

Udah totalitas kelewat batas, penilaian KPI kerja B aja. Kecewa

Pasti ada yang pernah ngalamin. 

Termasuk guweh.

Saya pribadi bersyukur dipertemukan dengan orang-orang, institusi, dan benda-benda yang mengecewakan.

Saya berterimakasih karenanya saya disadarkan, bahwa apapun di dunia ini tidak akan bisa memberikan rasa PUAS.

Dariya saya membuktikan salah satu ilmu Psikologi tentang Kebutuhan Vertikal.

Ya kebutuhan vertikal adalah keadaan dimana manusia membutuhkan atau bersandar kepada sesuatu yang ada di atas diirinya, yang lebih dari dirinya. Kalau saya ngebacanya, ada di atas dimensi dunia.

Yaitu Allah.. Yah krn saya seorang muslim, tentu yang ada di atas semua ini adalah Tuhan. Saya terus terang tidak tahu kalau ateis melandaskannnya kemana. Intinya secara ilmiah itu bisa dijelasin

Paling gampang ketika kita kaget ada musibah, spontan ngmong, ya Allah.

Jadi in conclusion, tips biar ga kecewa adalah... Naikin level tujuan atau harapan kamu.

Misal nih, kamu pingin banget ketrima di Harvard University.

Renungin lagi, kenapa kamu pingin diterima di sana?

Apakah cuma biar keren?

Atau yang lain, misal biar diterima kerja yang bonafid. Gaji Oke, bisa naik hajiin ortu. Bisa banggain ortu. Bisa bahagiain ortu.

Jadi sebenernya tujuan kamu bukan Harvard-nya, tapi bahagiain ortu.

Ketika ga atau belum diterima di Harvard, bukan berarti segalanya jadi berhenti.

Kamu masih bisa bahagiain ortu dari banyak cara, bisa naik hajikan mereka dari jalan yang lain. 

Toh setiap kerja keras dan air mata untuk meraihnya, ke Harvard juga sudah jadi ladang amal yang insyaAllah menjadi tabungan kebaikan buat bapak ibu.

Bener ga?

Level your goal up. Jangan taruh pada atribut atau dimensi dunia. Naikkan levelya ke hakikat yang lebih tinggi, yang tidak terikat sama duniawi. InsyaAllah itu akan bikin kamu lebih bisa nerima apapun yang terjadi.

Ga dpinjemin duit ama temen, insyaAllah ada jalan lainnya. Ga dpuji sama suami, sudah ada pahalanya. Ga diapresiasi dari kantor, sudah ada pahala juga mencari nafkah yang halal.

Tenang aja, Allah tahu persis waktu yang tepat untuk kasih hadiah terbaik. Baik dari bentuk dan waktu, tidak akan sama atau lebih buruk, PASTI LEBIH BAIK DARI YANG KITA MINTA.

KARENA ALLAH MEMBERIKAN YANG BENERAN KITA BUTUHKAN UNTUK DUNIA & AKHIRAT, TIDAK CUMA YANG KITA HASRATKAN.